SKAK MAT
Perlawanan Sang Pion, Gali Lubang, Tutup Sistem Digital
Yepri Endika, SE., M.E.K.
Hari ini, mereka tidak lagi merebut tanahmu dengan moncong senjata. Mereka merampas ruang hidupmu lewat sebaris kode, ketukan jari di atas layar kaca, dan rasa malu yang disebar secara massal ke udara.
Demi menyelamatkan nyawa putri kecilnya di IGD, Wono, seorang desainer grafis asal Yogyakarta, terpaksa mengambil keputusan fatal: mengetuk layar ponselnya dan menyetujui izin akses aplikasi pinjol ilegal DANA RAMAH.
Hanya dalam waktu tiga minggu, kelegaan instan itu bermutasi menjadi dystopia yang mematikan. Ketika lingkaran setan bunga harian mulai mencekik lehernya, topeng "keramahan digital" itu lepas sepenuhnya. Monster tanpa wajah meluncurkan teror "ledak kontak", menyebarkan foto manipulatif berASI fitnah kejam ke seluruh kontak ponselnya. Dalam semalam, Wono kehilangan pekerjaan, dikucilkan lingkungan, ditinggalkan keluarga, dan mengalami apa yang disebut sebagai social death, kematian sosial.
Namun, di tepi jurang keputusasaan, ketakutannya habis dibakar oleh kemarahan yang murni.
Bersama komunitas rahasia "Pion Terbuang", Wono merapatkan barisan. Melalui taktik gerilya siber "Operasi Kuda Hitam", mereka mulai memburu balik koordinat fisik ruko-ruko siluman para penagih utang, meluncurkan serangan hukum, dan menggerakkan tsunami opini publik nasional untuk membalikkan arah permainan.
Mereka boleh menguasai sistem dan algoritma. Namun, mereka lupa satu hukum abadi dalam permainan catur:
Pion adalah satu-satunya perwira yang hanya bisa melangkah maju, pantang untuk mundur.
SAATNYA MERAPATKAN BARISAN, MEMBALIKKAN PAPAN CATURNYA
DAN MELEPASKAN PUKULAN TERAKHIR.
Hallo 👋
Ada pertanyaan seputar publikasi buku?