Kawasan wisata Hutan Mangrove Trenggalek memberikan dampak ekologis dan ekonomis bagi masyarakat sekitar. Tampak kegiatan blue economy pada Kawasan Wisata Hutan Mangrove Cengkrong Trenggalek berbentuk
kepariwisataan pesisir dengan memberikan potensi kegiatan ekonomi masyarakat sekitar. Melalui kombinasi 3P (triple bottom line) dalam mengelola Kawasan Wisata ini. Maka penting untuk melihat kerjasama 3P dalam pengelolaan hutan mangrove. Melalui pandangan fiqh bi’ah (fikih lingkungan) dapat menunjukan arah pengelolaan yang sesuai Islam. Adanya prinsip-prinsip keislaman untuk menunjukan keberpihakan pengelola terhadap alam sebagaimana yang dianjurkan
Allah untuk menjaga kelestarian alam. Penelitian ini bertujuan menjelaskan pengelolaan Kawasan Wisata Hutan Mangrove perspektif blue economy, triple bottom line dan fiqh bi’ah.
Hallo 👋
Ada pertanyaan seputar publikasi buku?