Nikah Dulu, Mapan Kemudian, Melawan Arus Standar Duni
"Nanti aja nikahnya, mapan dulu." "Sekolah tinggi-tinggi, masa cuma mau jadi ibu rumah tangga/ngontrak petak?" "Emang mau dikasih makan batu?"
Familiar dengan kalimat di atas? Sebagai sarjana, kita sering terjebak dalam mitos bahwa kesuksesan harus dicapai sendirian dalam kesepian, sementara maksiat justru menjadi pelarian murah di tengah tekanan karir. Kita diajarkan cara riset dan bikin skripsi, tapi nggak pernah diajarkan caranya berani mengambil tanggung jawab suci di usia muda.
Buku ini bukan sekadar motivasi kosong. Ini adalah Manifesto Perlawanan bagi kamu, para intelektual muda yang jenuh dengan standar "mapan" versi netizen. Di dalamnya, kamu akan menemukan:
Nikah muda bagi sarjana bukan tentang mengubur masa depan, tapi tentang membangun pondasi lebih awal bersama partner ibadah yang halal. Jika kamu punya nyali untuk lulus sidang skripsi, seharusnya kamu punya keberanian untuk menjabat tangan penghulu.
Berhenti jadi sarjana penakut. Cari akadmu, dan biarkan dunia mengikutimu!
Hallo 👋
Ada pertanyaan seputar publikasi buku?