Buku ini menawarkan perspektif baru dalam memahami komunikasi krisis sebagai konstruksi komunikasi yang terbentuk melalui interaksi antara organisasi, media, dan publik. Berangkat dari pendekatan kualitatif berbasis studi kasus, buku ini menyajikan analisis empiris atas berbagai fenomena krisis dalam konteks Indonesia yang mencakup sektor publik, korporasi, dan dinamika sosial.
Dengan mengintegrasikan beragam kerangka teoretis seperti Situational Crisis Communication Theory (SCCT), agenda setting, framing, image repair, hingga teori legitimasi, buku ini menghadirkan pemahaman multidimensional tentang bagaimana krisis berkembang, dimaknai, dan direspons. Salah satu kontribusi utama buku ini adalah perumusan tipologi krisis berbasis temuan empiris yang menunjukkan bahwa krisis tidak bersifat tunggal, melainkan kompleks dan saling beririsan.
Buku ini tidak hanya relevan sebagai rujukan akademik, tetapi juga sebagai panduan praktis bagi mahasiswa, peneliti, dan praktisi dalam memahami serta mengelola komunikasi krisis di era digital dan masyarakat partisipatif.
Hallo 👋
Ada pertanyaan seputar publikasi buku?