Behavioral Finance dari sisi Corporate menjelaskan mengapa keputusan keuangan perusahaan tidak pernah hanya ditentukan rumus. CEO, CFO, dewan, investor, kreditur, regulator, dan mesin analitik membawa perhatian terbatas, emosi, insentif, serta narasi. Buku ini menghubungkan prospect theory, bias Pompian, feedback dan narrative economics Robert Shiller, herding, overconfidence, dan escalation of commitment dengan investasi, struktur modal, kas, payout, hedging, IPO, merger, restrukturisasi, disclosure, ESG, dan AI. Kasus GoTo, Bukalapak, Silicon Valley Bank, pasar modal Indonesia, UMKM, MRT, dan platform digital digunakan secara kritis; fakta dipisahkan dari interpretasi dan simulasi. Setiap bab berakhir dengan tips, motivasi, mini challenge, rangkuman, istilah, serta latihan keputusan. Tujuannya adalah membentuk pengambil keputusan yang tidak sekadar mengenali bias, tetapi mampu menguji mekanisme, menghitung konsekuensi, merancang red-team, dan membangun behavioral governance yang dapat dipertanggungjawabkan.
Hallo 👋
Ada pertanyaan seputar publikasi buku?